Do’a Bisa Merubah Takdir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ، وَإِنَّ الْقَضَاءَ لَا يَرُدُّهُ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَإِنَّ الدُّعَاءَ مَعَ الْقَضَاءِ يَعْتَلِجَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang ia perbuat. Dan sesungguhnya ketetapan (takdir) itu tidak ada yang dapat menolaknya kecuali doa. Dan sesungguhnya doa dan takdir itu keduanya saling bergelut (atau: bersaing/bertarung) hingga hari Kiamat. Dan sesungguhnya kebaikan (al-birr) itu dapat menambah (memperpanjang) umur.” [HR. Ahmad no. 22438, Ibnu Majah no. 22438, dihasankan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad]